Actually, Me and Icha have been planned this thing since this since two months ago …. and honestly it can be done by today *please, don’t make some weird assumption first….*. Yup, we decide today as our cooking day …. The plan is we are going cook some spaghetti, mashed potato, salad, and and last but not least : prawn tempura. Hmm yummy ….

But, it seems that eating those food are too much for us, so we decide only to cook the spaghetti *actually we called it Spaghetti BarBar*, and the mashed potato …. :p

So, today become a revolutionary for my blog, ‘coz for the first time i will wrote about a Food Recipe …… :) :) :)

Spaghetti BarBar ala Donny & Icha *don’t ask something bout the name, ‘coz i’ll explain it later*

Ingredients :

  • Half box of La Fonte Spaghetti *or another brand*
  • Ready-to-fry Potato Wedges
  • Ready-to-fry Chicken Schnitzel
  • 1 pc Bombay Union Onion *means bawang bombay*,  medium size —> cut it into dice, with 3mm x 3mm size *actually i don’t measure them*
  • 1 pc Tomato, medium size —> diblender supaya halus
  • Dehydrated Oregano Leaf
  • Kethup sauce
  • Chilli sauce
  • 100 gr Rolling Meat *means Daging Giling*
  • Cooking Oil
  • Margarine
  • Sugar Ray Sand *means Gula Pasir*
  • Cheddar Cheese
  • 400cc of water

Cooking Instructions :

1. Boil 400cc of water with an eat spoon *baca sendok makan* of cooking oil, till ngeblug-blug *maksudnya mendidih*

*********TRANSLATOR ERROR*********

<end of translator>

> kill Application ?   Y / N

> Y

> kill with baygon ? Y / N

> N

> application terminated :)

> bahasa indonesia mode = ON

Cara Memasak Spaghetti:

  1. Didihkan 400cc air yang sudah dicampur dengan satu sendok makan minyak goreng.
  2. Begitu campuran air dan minyak goreng sudah mendidih, masukkan setengah box spaghetti. masukkan perlahan agar spaghetti tidak patah.
  3. Rebus dan tunggu sampai spaghetti menjadi empuk (sekitar 15 menit dengan api sedang menggunakan kompor Rinnai) *atau sesuai selera, kalo seneng yang mentahan juga gpp ;) *
  4. Tiriskan

Cara membuat bumbu spaghetti *lupa namanya* :p :

  1. Panaskan 1 sendok makan minyak goreng di wajan secukupnya *masak iya di baskom*, panaskan. Setelah itu masukkan kira-kira 5 sendok makan margarine
  2. Masukkan bawang bombay yang sudah dipotong dadu, lalu tumis hingga harum
  3. Masukkan tomat yang sudah di blender, trus aduk-aduk kira-kira 2 menit
  4. Masukkan saos tomat sesuai selera, trus aduk sampai rata. Tambahkan sedikit air
  5. Masukkan daun oregano kering, aduk lagi sampai rata
  6. Terakhir masukkan satu sendok makan gula pasir, aduk sampai rata

Terakhir, cara menggoreng Potato Wedges & Chicken Schnitzel

  1. Panaskan 200ml minyak goreng dalam wajan sedang selama kira-kira 3 menit dengan api besar
  2. Masukkan Potato Wedges (sesuai selera) kedalam wajan. kecilkan apinya menjadi medium ketika menggoreng
  3. Saat potato wedgesnya sudah berwarna orange, angkat dan tiriskan.
  4. Lakukan hal yang sama saat menggoreng Chicken Schnitzel-nya.

Tadaaaaaa …….

Setelah semuanya selesai, Hidangkan :

  1. Taruh spaghetti-nya di piring, tambahkan bumbu spaghetti diatas spaghetti-nya.
  2. Taburi dengan keju parut di atas pasta dan spaghettinya
  3. Tambahkan Potato Wedges & Chicken Schnitzel yang sudah dipotong-potong
  4. Habiskan sampai tidak bersisa …. :) :) :)

Nyammmmm ….. trus gimana rasanya ??? Pokoknya Yo’i Do’i To’i banget deh.

Dengan konfigurasi bahan diatas dijamin bisa dinikmati untuk bertiga dengan porsi dahsyat yang membuat anda kekenyangan….*makanya disebut Spaghetti BarBar* hehehe …. :D :D :D

Note : Jangan gunakan TipuTranslator v 0.95, karena selain masih versi beta *baca : sering ngawur dan suka nge-hang* , dijamin hasil translatornya juga akan merusak tulisan blog anda :) :) :)

Ciao ….

Tags: , , , , , , , , , ,

Posted by: d3pe | 29 April, 2008

Bebek Ginyo

Setelah tertunda sekian lama, kira-kira tiga minggu yang lalu, tepatnya hari sabtu (1204200 8) saya bersama sahabat saya Alma, akhirnya bisa mampir ke Bebek Ginyo yang ada di Jl. Tebet Utara Raya. Gak sekedar makan, kita kesana juga untuk ngelepas kangen bareng temen-temen kuliah…

Sebelum berlanjut ke menu spesial bebeknya, ada sedikit tips untuk nyari parkir :

Nah buat yang bawa kendaraan ber-roda 4 *baca : mobil, dan bukan trolly* :) , saya sarankan untuk parkir TIDAK di sepanjang jalan tebet utara dalam, karena macet dan susah untuk mendapat parkir. Jujur saja, saya sangat menyarankan untuk parkir di Snappy Tebet atau di depan SMU 115 Tebet. Saya sendiri waktu itu bisa parkir di dalam kompleks perumahannya, karena memang Alma punya rumah di sekitaran tebet Jl. Tebet Utara Raya.

Begitu masuk ke resto-nya Bebek Ginyo yang terkesan modern tapi dipadu dengan interior semi-etniknya, saya rupanya sudah ditunggu oleh teman-teman *maklumlah, ngaret 2 jam karena terjebak macet di lebak bulus :p *, dan langsung disuruh pesan makan. Suasana resto waktu itu, tergolong sepi …. mungkin karena waktu itu kita rame-rame bikin acara bukan saat lunch time atau dinner time, jadi tidak banyak orang yang datang…. :)

Di Ginyo, cara mesen makanannya adalah self-service *baca:prasmanan*, artinya restoran bakal rugi kalo memang anda adalah tipikal orang yang ngambil nasi, sambel, dan lalapan dengan porsi yang nggak kira-kira, tapi sebaliknya : restoran bakal untung besar kalo anda ngambil nasi, sambel, dan lalapan-nya dalam porsi sedikit.

Ada beberapa menu andalannya Ginyo : Bebek goreng, Bebek Bakar, Bebek bumbu sambal hijau, dan bebek-bebek lainnya *enggak termasuk donal bebek, apalagi bebek-bebekan dari Bali …. :)) *. Gak ketinggalan “bumbu bebek andalan” yang bentuknya mirip tok*i bebek juga ada, tidak ketinggalan tahu goreng dan tempe gorengnya. Selain itu, kita juga disediakan pilihan nasi putih biasa atau nasi uduk. Sedangkan untuk lalapannya boleh dibilang komplit : mulai dari ketimun, kemangi, selada, sampai terong . Begitu juga sambalnya : mulai dari sambal tomat, sambal cabe, sampai sambal mangga.

Overall sih rasanya enak, daging bebeknya terasa empuk … cuma entah kenapa, waktu itu bebek yang saya makan terasa oily, plus kulit bebeknya juga masih keras. Mungkin metode pengempukannya *halah* *baca : perebusannya* masih kurang lama, jadi lemak-lemak khas bebek masih nempel plus ga semua bagiannya empuk. Oh ya, menurut saya rasa bebeknya jug enggak gurih-gurih amat, masih kalah dengan resto bebek pada postingan saya sebelumnya.

Oh ya, talking about sambalnya …. entah kenapa sambal mangga-nya terasa sedikit asam dan kurang pedes, begitu juga sambal cabenya : cenderung kurang pedas hot …. [mungkin memang karakter masakannya seperti itu :) ]

Oh ya, ini ada beberapa oleh-oleh dokumentasi dari acara di Bebek Ginyo …..

raja minyak

Prens, you may download those …

Nggak ketinggalan, ternyata diantara temen-temen yang diundang … konon diantara mereka ada yang merupakan temen lama : Alma & Anin. Actually mereka sadar kalo saling kenal, cuma sayangnya lupa dimana kenalnya ….. *loh koq bisa ???*

Hmm, intinya senang rasanya bisa bertemu dengan teman lama dan mempertemukan kembali teman lama … :) :) :)

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Posted by: d3pe | 29 April, 2008

My First Analog Camera :)

Konon, barang-barang berbau analog saat ini udah enggak jamannya lagi… Karena selain biaya perawatan yang mahal, memakai barang analog juga identik dengan yang namanya teknik *baca : susah dioperasikan*. Salah satu gadget yang lagi trend saat ini adalah kamera …. yup, kamera photo … Dengan harga yang sudah “lumayan” untuk kantong orang indonesia saat ini, sebuah Kamera SLR bisa dibawa pulang dengan uang 5 jt-an lengkap dengan lensanya …. so, ga heran kalo sekarang makin banyak photographer amatir yang sering kita temui *salah satunya adalah saya* :D

Miracle ….

Ok, jadi ceritanya berawal dari kejadian ngumpul-ngumpul sabtu 2 minggu yang lalu (2004200 8) di rumahnya Oom Frans. Waktu itu saya sedang asyik membuat dokumentasi kumpul2 dengan kamera SLR saya. Ternyata Pakdhe Har [yang waktu itu melihat saya sedang jeprat-jepret pake jepretan tikus *becanda*] langsung menawarkan untuk menghibahkan kamera SLR oldskul-nya ke saya :) yippieeee ….

Jujur saja, saya terlalu over eksposure *gaya Timbul Srimulat sengaja menyalah-nyalahkan ejaan* ekspektasi dengan kamera yang akan dihibahkan, terutama terkait dengan otomatisasi :D. Karena saya pernah punya pengalaman waktu SMU menggunakan kamera SLR semi-analog Nikon F100 [yang secara body dan fitur boleh dibilang macho banget dan canggih], dan fakta bahwa menggunakan SLR Nikon F100 ternyata tidak sesulit yang dibayangkan.

Nikon F100

Akhirnya, hari sabtu kemaren saya menyempatkan diri untuk ngambil SLR analog nan mantap itu [karena tercatat sebagai kamera analog pertama di dunia yang pake microchip untuk setting auto exposure, dan sudah bisa ditambahkan Battery Grip] di rumah Pakdhe. Ternyata surprise banget *speechless* karena saya dikasih :

kamera Canon A1(1978-1985) plus :

  • Lensa Canon FD lens 50mm f/1.8
  • Lensa Canon FD lens 35mm-70mm f/2.8
  • Lensa Canon FD lens 100mm-300mm f/5.6 Push-Pull (my first push-pull lense)
  • dan Flash Canon Speedlite 199A

dan komplit dengan filternya :

  • Hoya UV 58mm
  • Hoya Soft 58mm
  • Lumix Skylight 58mm
  • Sicor UV 52mm

Ok, pada saat sesi perkenalan, saya bener-bener membayangkan neraka dunia *hiperbola mode = ON*. karena selain memang kameranya enggak bisa hidup karena ga ada batere LR4 *which is susah banget nyarinya*, trus masih nemu satu roll film ASA 200 di dalem kameranya *which is mulai jadi barang langka*, juga lensanya yang udah pada foggy *which is harus di service*. Dan pengoperasiannya yang full analog …. :D. Kalau anda pikir kesulitan saya sudah berakhir sampe disitu, anda salah …. karena saya dihadapkan dengan masalah yang lebih kompleks lagi :

  1. Untuk mendapatkan hasil yang bagus, setting Aperture, Exposure, Shutter speed, dan Fokus harus di-set secara manual dan benar.
  2. Anda hanya punya kesempatan satu kali jepret untuk satu kali momen, oleh karena itu dibutuhkan teknik, dan komposisi yang tepat *seperti salah satu kutipan dari si pakdhe* ditambah lagi hasilnya baru bisa dilihat setelah film dicuci-cetak.
  3. Konon film-film dengan saturasi tinggi dan ISO rendah e.g. Fuji Velvia 100 *baca : film-film profesional*mulai susah untuk didapat, dan harganya juga selangit. Belum dihitung juga untuk ongkos prosesnya….

Tapi mari kita lihat dari sisi positifnya : saya bisa punya kamera SLR analog gratisan plus gear high-performancenya *dijamannya*, ditambah lagi kesempatan buat mendalami fotografi secara profesional *maunya*…. siapa tahu bisa bikin karya yang enggak kalah sama Oom Arbain Rambey … hehehe …

FYI. Akhirnya kamera tersebut sudah bisa dihidupkan, dengan baterai sisa dan setelah menemukan buku manualnya disini. Dan sebagai tambahan, saya membutuhkan waktu ½ jam untuk memasang film saja. phiuhhhh. Dan semua fungsi dasar pun sudah dipelajari, juga proses pembersihan perangkatnya juga sudah dilakukan. Ok, selanjutnya tinggal mengganti baterai dengan yang fresh, dan men-service lensanya supaya kembali kinclong. yeeeeha …… :) :) :)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Posted by: d3pe | 14 April, 2008

Trip to Kawah Putih & Bandung [again]

as lagi ngobrak-abrik tampilan wordpress yang baru, gak sengaja nemu postingan ini …. postingan yang harusnya di upload sebulan yang lalu :)) . Jadi hari Jum’at sebulan yang lalu (07032008), gue dan icchan pergi bertamasya ke bandung…. just for refresh our mind, and absolutely for hang out …

Ke Bandung = Ke Kantor

Waktu itu, kita memutuskan untuk berangkat ke bandung jam 5.30. Agak ngaret emang, karena icchan kejebak macet di Pasar Cikokol *soalnya si komo lagi belanja bayem buat ulil*, sehingga akhirnya kita berdua baru meninggalkan BSD jam 6.00. Perjalanan ke Bandung ditempuh selama 1 jam 45 menit via tol Cipularang, dengan kecepatan rata-rata 120 kpj. Sesampainya di bandung, kita keluar di pintu tol Kopo, dan sarapan di SPBU pasti pas di daerah Kopo. Selesai sarapan, kita langsung jalan lagi ke arah bandung selatan. Tujuan kita hari itu : Kawah Putih *eng-ing-eng*. Sesuai informasi dari kang nuha, perjalanan ke kawah putih berjarak ± 35 km, dengan estimasi waktu 1,5 jam dari Kopo.

Begitu sampai di gerbang Kawah Putih, kita harus membayar retribusi + asuransi sebesar Rp. 5.000 per-orang, dan Rp. 10.000 per-mobil. Lepas dari gerbang, kita akan menemukan jalanan yang gronjal, berlubang, dan sempit [cukup untuk 1 ½ mobil] *tanggung amat ya Belanda waktu bikin jalannya* :p . Perjalanan ke Kawah Putihnya sendiri memakan waktu sekitar 30 menit dari gerbang. Sebagai catatan di kawasan Kawah Putih tidak ada coverage dari operator seluler, so it’s better to turn off your phone.

Sesampainya di kawah putih, elo bakal menemukan pemandangan Laguna berwarna biru muda dan batu-batuan kapur berwarna putih ditambah lagi langit cerah yang berwarna biru tua *kalau elo beruntung*. Pokoknya Yo’i Do’i To’i banget deh. So, nggak heran kalo di lokasi ini banyak dipake buat photo pre-wedding. Ngerasa gak pernah nemu pemandangan kayak gini, gue sama icchan ga melewatkannya buat photo-photo … hehehe :)

Sekitar jam 11.00 karena suasana makin rame, kita berdua sepakat untuk turun ke bandung. Di tengah perjalanan, kita nyempatin diri mampir ke salah satu kebun petik strawberry yang sepertinya bonafide… tepatnya di Km. 5 No. 730. Disana kita mampir karena gue harus sholat jum’at *yg khutbahnya pake bahasa sunda*, juga ngeliat-liat koleksi anggrek dari berbagai jenis. Nggak lupa kita juga nyempetin makan siang dan nyobain juice strawberry yang Yo’i Do’i To’i banget … Nggak lupa, pas pulang kita beli Agar-Agar Strawberry yang dikeringkan buat bekel di jalan :)


Sampai di Bandung, kita langsung menuju ke Gramedia Merdeka [Nowhere place to go coz since it's rainy] dan menemukan buku inceran gue : Album Photo Bandoeng Tempo Doeloe :)) . Dan secara gak sengaja juga nemu buku Ultimate History of Mercedes Benz dan Mercedes Benz hardcover yang udah gue cari dari dulu :).

Dari Gramedia, kita berdua lanjut ke Rumah Mode, salah satu FO di Setiabudi. Niatnya sih nyari kado ulang tahun buat bokap, tapi karena barang-barang disana ga lulus QC *baca : barang sisa export*, jadinya kita kesana cuma buat photo-photo aja, sebelum akhirnya melanjutkan petualangan kuliner kita di Restoran Steak Terkenal di Bandung : Suis Butcher. Icchan pesen something bernama aneh, *yang gue lupa nama menu-nya* :)) dan gue sendiri pesen Ribs. The best steak ever pokoknya : Dagingnya empuk banget dan ukuran dagingnya juga guedhe, bumbunya kental dengan rasa gurih-gurih spicy, dan sayurannya yang terasa pas banget kalo dicapur sama bumbu steaknya, and last but not least : french fries ukuran jumbo yg banyak banget …. hmm betul-betul bikin orang pengen balik kesana … Oh ya, kita berdua juga nyobain vegetable salad yang isinya sayuran segar dan dipadu sama bumbu thousand island yang rasanya bener-bener yummy ….. *slurrpsssssss* (hush jangan ngeces gitu dong …) ;)

Cuman, kita berdua menemukan fenomena alam *emang angin puting beliung apa* aneh disana, karena ada pengunjung yang makan satu set steak komplit DITAMBAH NASI !!! Nuts…. *kenapa ga sekalian aja nasinya diganti sagu biar cepet kenyang, ato steak ditambahin kecap aja biar yahud* ….. kekekekekek …. :))

Ke Bandung = Ke Glodok

Besokannya, rencana buat photo-photo di Gedung Sate harus diurungkan karena Bandung Macet Banget !!!. Perjalanan dari Gerbang Tol Pasteur ke Jl. Veteran harus ditempuh selama 1,5 jam …. Gila !!! Padahal rencananya kita cuma mau makan siang di Batagor Kingsley. Sampe di Batagor Kingsley, ternyata Ngantri juga …. arrrrghhhh …. *mana iccha sempet-sempetnya ngasih tau kalo ada Angga “Maliq” pula*. Setelah ngantri dan selesai makan, karena kondisi yang makin ga kondusif, akhirnya kita milih pulang aja ke Jakarta aja …

A little tips for Trip To Bandung :

  1. Kalo berencana untuk berwisata ke Kawah Putih, usahakan sampai sebelum jam 9. Karena berdasarkan info dari petugas jaga loket di Kawah Putih, cuaca yang paling baik kalau pengen photo-photo adalah pagi hari, karena kondisi langit yang cerah. Selain itu, di sore hari biasanya suka turun hujan.
  2. Sebaiknya pilih kendaraan dengan ground clearance tinggi apabila ingin berwisata ke kawah putih. lebih disarankan untuk mengendarai SUV. Oh ya, jangan lupa agar menyiapkan kendaraan dalam kondisi fit, dan mengisi penuh BBM saat ingin bepergian ke Kawah Putih.
  3. Kalau ingin berbelanja di FO, sebaiknya di weekday aja. Karena selain sepi, kita juga bisa milih-milih barang sesuai yang kita mau, dan bisa lebih tenang tanpa takut rebutan sama orang lain *emang sembako*
  4. Telitilah barang yang anda beli di FO, karena biasanya barang yang dijual di FO ada minor defect. misalnya : sobek kecil, jahitan miring, benang lepas [biasa], atau yang parah : ga ada kancingnya *suer, gue pernah nemu barang kayak gini di FO*
  5. And last but not least : Hindari berwisata ke Bandung pada long weekend, karena pasti macet-cet-cet. Mendingan luangkan waktu satu hari sebelumnya untuk menghindari kemacetan dan ke-chaos-an pengunjung FO di Bandung.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Posted by: d3pe | 9 April, 2008

Berpikir sebelum bertindak ….

Beberapa hari ini, sepertinya saya terganggu dengan kabar yang santer beredar di Internet mengenai UU ITE yang konon akan membatasi sebagian blogger dalam mencurahkan isi hati dan pikirannya, ditambah lagi kabar mengenai salah satu pakar pengamat IT kita, Oom Roy Suryo yang dihujat oleh banyak masyarakat dunia maya karena menyamakan hacker dan blogger, plus pemutaran Film Fitna yang kontroversial. Phiuhhh …

UU ITE

Awalnya, saya meyambut baik dengan kehadiran UU ITE ini, karena diharapkan bisa menekan kejahatan cyber yang terjadi di Indonesia, selain itu dengan UU ITE ini, saya [dan banyak pengguna internet lainnya] bisa merasa aman untuk menggunakan internet, baik itu untuk transaksi online, chatting (aman dari eavesdropping), FTP (aman dari packet sniffing), dll. Karena semua sudah diatur oleh UU, sehingga kalau ada pelanggaran bisa diproses secara hukum. :)

Tapi ternyata saya keliru. Peng-implementasi-annya di lapangan belum siap sepenuhnya, dan UU-nya sendiri lebih banyak mengandung mis-interpretasi *kalau nggak mau dibilang salah interpretasi* oleh banyak orang. Salah satu pasal yang ramai diributkan oleh para masyarakat internet adalah pasal 27. yang isinya seperti ini ….

Pasal 27
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau
membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan
yang melanggar kesusilaan.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau
membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan
perjudian.
(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau
membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan
penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.
(4) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau
membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan
pemerasan dan/atau pengancaman.

Masalahnya sekarang, interpretasi dari pasal tersebut bagi tiap orang tidak sama, ditambah lagi bahasa pasalnya yang “blur”. Misalnya aja, pasal 27 ayat 4 : yang dimaksud muatan pemerasan & pengancaman itu seperti apa ??? Apakah imel dengan isi “sebarkan email ini atau anda akan sial selama 7 tahun” termasuk ancaman ???? …. :)) Mungkin sebaiknya kita tunggu peraturan penjelas dari UU ITE tersebut.

Tapi, mari kita ambil sisi positifnya saja : disini kita semua dituntut untuk memfilter semua informasi yang akan kita sebarkan, baik itu email, blog, forum, dll. terkait dengan sopan-santun dan etika dalam ber-internet, sehingga tidak menyusahkan orang lain, dan membuat semua orang menjadi nyaman dan tidak terasa terganggu.

Oom Roy Suryo : Nasibmu kini…

Duh, kalau merunut sepak terjang si Oom ini memang sensisauna *eh maksudnya sensasional*. Memecahkan berbagai kasus dengan bantuan teknologi. Tapi sayangnya dalam beberapa hal, oom roy kurang dalam waktu menganalisa sesuatu. Akibatnya bisa ditebak : salah kaprah.

Buktinya adalah salah satu pernyataannya yang terkenal adalah tentang …metadata suatu photo tidak bisa dirubah…” hmmm, setelah bergabung dengan komunitas digital photography, ternyata metadata juga bisa dirubah koq, dengan bantuan software seperti opanda PowerEXIF editor. *tuh anda salah kan oom roy :p *

Pernyataan lain yang terkenal adalah “…BTS menyimpan informasi pelanggan…” dari konsep dasar saja disini oom roy udah salah, karena yang menyimpan informasi pelanggan dalam sistem telekomunikasi seluler adalah HLR. Butuh bukti ??? silahkan cek disini.

Saya dan banyak teman-teman lain sepakat bahwa kesulitan bagi orang teknikal adalah menyampaikan hal-hal teknis pada masyarakat awam. Dan disinilah kehebatan oom roy, karena dengan bahasanya yang komunikatif, dia bisa menyampaikan hal-hal rumit pada masyarakat awam dengan mudah. *hmmm, mendingan kita tiru cara penyampaiannya untuk mencerdaskan bangsa :) *. Tapi di sisi lain, itulah kekurangan dari oom roy. Dia kurang memiliki pemahaman dan konsep yang cukup dalam untuk hal yang sedang dibahasnya. Akibatnya : Salah kaprah.

Pemblokiran Site yang memiliki content Film Fitna

Entah siapa yang mengusulkan, tapi rupanya menkominfo terlihat sangat tidak menguasai bidangnya untuk masalah yang ditanganinya…. :( karena jutaan pengguna internet Indonesia sudah menjadi korban dari pemblokiran site yang memiliki konten film fitna …. diantaranya adalah Youtube *situs kesayangan kita semua*, multiply, myspace, rapidshare, dll.

Padahal kalau pemerintah [baca : depkominfo] mau berpikir jernih dan panjang, pemerintah bisa memilih alternatif solusi berikut :

1. Blokir url hanya dilakukan pada url yang secara spesifik berisi film Fitna itu, kalau memang jumlahnya ada ribuan ya memang jumlah itulah yang harus diblok … depkominfo harusnya bisa mereferensikan hal itu pada ISP-ISP / Penyedia gateway internet indonesia untuk mempermudah kerja mereka…. *kan ada mr. google pakmenteri, bisa dipake buat nyari link-nya khan ???*

2. Khusus untuk kasus pemblokiran youtube, akan lebih efektif bila dibuat kampanye untuk mem-flag kehadiran film Fitna di Youtube [tentu sebelumnya dengan sosialisasi url tersebut di media cetak / elektronik terkait video tersebut]. Cara tersebut lebih efektif karena jumlah user youtube yang berasal dari indonesia ada ribuan … :) Dengan cara pemberian flag, video tersebut makin cepat di-remove oleh admin youtube, dan bukannya dengan cara pengiriman “teguran tertulis” pada youtube …. *emang siapa elo ???*

Andaikan saja depkominfo bisa mencari win-win solution, maka tidak ada yang perlu dikorbankan [baca : pengguna internet indonesia].

Ps.

Oh ya, buat yang belom dapat copy UU ITE, bisa didonlot disini.

Makasih buat mas toha mustafa atas link-nya. :)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Older Posts »

Categories