Hari minggu kemaren (13012008), secara mendadak dan nggak dikira-kira bokap ngajakin jalan-jalan. Secara dengan kondisi yang “mendingan”, karena flu gue, awalnya gue request buat nuker remote Tape mobil laknat tea, sekalian nyari dop mobil di DTMF (Duta Mas Fatmawati). Tapi entah mengapa, terbesit di kepala bokap gue buat jalan-jalan ke Sawangan buat liat-liat tanaman hias disana …
Perjalanan dimulai dari BSD, ngelewatin jalan alternatif yang menuju ke arah parung, intinya motong Jl. Raya Serpong, Jl. Raya Pamulang, dan Jl. Raya Parung untuk mempersingkat waktu. Dengan kondisi jalan yang lengang, dan cuaca cerah : Berangkat dari rumah jam 10.30, odometer 0 km, dan akhirnya sampe di Parung jam 11.00, odometer 17 km. Di tengah jalan, bokap minta berhenti buat ngeliat-liat tanaman hias di sebuah nursery di pinggiran Parung. Mereka banyak nyetok tanaman yang bagus-bagus loh kayak aglonema-yang konon kalo beli dihargai per-daun, dan tanaman dengan nama yang aneh-aneh pula : sepatu film, red sumatra something, senampan darah, pucuk merah, sampe merek lotion anti nyamuk : Lavenda.
Bokap tertarik buat beli lavenda [pesenan nyokap] sama senampan darah
trus dari situ kita lanjut ke sawangan. Pas lagi jalan, bokap minta menepi buat ngunjungin sentra tanaman hias-yang ternyata baru buka dua hari yang lalu. dan ternyata isinya homogen : ANTURIUM …
Dari salah satu penjual, didapat info kalo anturium tuh ada bermacam jenisnya : Jenmani-yang dikenal sebagai juaranya kontes anturium, gelombang cinta-yang selalu jadi runner up kalo kontes dan punya spesies yg banyak, giant-yang daunnya segede hompimpa alaihum gambreng …, dan jenis lainnya yang bikin gue mumet ….
Satu hal yang pasti, akhirnya gue membuktikan bahwa harga Anturium itu terbukti mahal, walaupun ga sedahsyat yang dilaporkan Sigi 30 Menit-nya SCTV. Untuk anakan dengan panjang daun 5 cm, dihargain Rp. 50.000,- [tidak seperti dilaporkan stasiun TV yg gue sebut barusan : Rp. 300.0000,- buat bijinya aja]. Sedangkan yang panjang daunnya udah 15cm-an, harganya berkisar Rp.90.000,bergantung jenisnya-jenmani biasanya lebih mahal dibanding gelombang cinta.
Oh ya, di tempat itu gue menemukan salah satu jawara kontes anturium, yang panjang daunnya 1 meter-an lebih dan jumlah ada daunnya banyak. Sebagai inormasi tambahan, ukuran pot-nya saking gedenya bisa dipake buat mandi orang dewasa…. and guess what ???? harganya Rp. 60.000.000,- (baca : enam puluh juta rupiah). Imagine how insane people that buy those plants …
Tapi jujur, gue emang jadi jatuh cinta sama yang Anturium Jenmani, karena tanamannya kalo diliat lama-lama emang indah sih, trus daunnya hijau muda enak dilihat dan daunnya tebel dan lebar-yang kalo diliatin lama mirip sama daun tembakau … sayang gak ada versi mini-nya …
oh ya, gue juga sempet ngambil gambar-gambar anturium yang bisa dilihat disini.






poto-nya mana
Oleh: randi on 23 Januari, 2008
at 11:20 am
wah, ane punya yang giant juga lho
gpp jadi runner up dibawah Jenmani, yang penting Anthurium
Oleh: titov on 12 Februari, 2008
at 3:28 pm
wah demam anturium emang “membumi” ya …
sayang harganya mulai turun :p
Oleh: d3pe on 14 Februari, 2008
at 1:59 pm
jenmani sekarang dah nggak kayak dulu lagi, baik harga maupun peminatnya..tapi bagi gue gak masalah soalnya memang untuk koleksi bukan tuk dijual
Oleh: herry on 18 Maret, 2009
at 9:53 pm
memelihara jenmani asyik juga bisa menghilangkan stress
Oleh: slamet r on 28 April, 2009
at 3:16 pm
memelihara karena cinta lebih menyenangkan drpd karena mahalnya
Oleh: anggrek on 11 Juni, 2009
at 1:07 pm
aku punya anthurium varietas silangan yg baru antara black selvit dan keris hitam udah tongkol, hookeri cobra stang pendek udah tongkol, dsb siapa yg mau hubungi segera.
Oleh: supek on 23 Juli, 2009
at 8:20 pm
opo kuwi, mboten ngertos awake
Oleh: syahking on 24 Agustus, 2009
at 11:46 am
kita semua pengemar berharap agar pasar mulai gerak lagi jangan lesu aja jadi tanaman ki9ta bisa terawat….
Oleh: edy santoso on 26 Oktober, 2009
at 9:38 am