Oleh: d3pe | 27 Januari, 2008

Selamat Jalan Bapak Pembangunan

H.M. Soeharto (1921-2008)

Ada yang beda begitu nyalain TV tadi sore, ada Breaking News di beberapa stasiun TV …

Seluruh rakyat Indonesia pastinya dikejutkan dengan berita meninggalnya presiden kedua RI, Bapak H.M Soeharto, yang meninggal hari minggu ini (27012008) jam 13.10 Setelah sebelumnya kondisi kesehatannya dikabarkan membaik. Hampir semua TV menyajikan berita seputar meninggalnya Beliau, lengkap dengan biografinya, dan juga komentar orang-orang terdekatnya. Seakan-akan de javu sama kejadian serupa pada tahun 1996, ketika Ibu Tien Soeharto meninggal. Waktu itu selama 3 hari berturut-turut semua acara TV diganti sama biografi Beliau, sampe-sampe film Janur Kuning pun ikut-ikutan diputar. Dan selama 1 minggu diwajibkan untuk mengibarkan bendera merah-putih setengah tiang.

Pada intinya, gue pribadi ingin mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Beliau. Semoga arwah Beliau diterima di sisi-Nya sesuai dengan amal perbuatannya. Amien.

Selamat jalan bapak pembangunan

jasa-jasa baikmu pada Indonesia ‘kan selalu kukenang

prangko bergambar wajahmu ‘kan selalu kusimpan

uang lima puluh ribuan dengan wajahmu ‘kan tetap kujadikan kenang-kenangan

sejarah-sejarah kontroversial tentangmu pastinya ‘kan tetap ada di buku sejarah anak sekolah


Tanggapan

  1. Orang Papua tidak terkejut, sebaiknya orang Indonesia juga, karena soal kondisi kritis mantan penguasa orba ini sudah kita tahu sejak 10 tahun terakhir. Kematian ibu Tien sebenarnya telah membawa pergi nyawanya juga. Itu menurut ilmu orang Papua, termasuk ilmu suku-suku bangsa di Indonesia.

    Apalagi, Bengawan Solo yang baru2 ini mengamuk sudah menunjukkan tanda jelas bagi orang Papua bahwa seorang penting, yang berakar dalam hidupnya di sana, yang akan dikuburkan di sana akan meninggal. Itu sudah pasti. Jadi, orang Papua tidak kaget karena kepergiannya, yang membuat kita kaget, malah karena toh ada orang Indonesia yang kaget karena kepergiannya.

  2. Inna Lillahi Wa innailaihi Rojiun…
    Selamat Jalan Bapak Pembangunanku…
    Selamat Jalan Jenderal Besarku…
    Selamat Jalan Pahlawanku …
    jasa pada negeri tak mampu aku ungkapkan disini, engaku membawa negeri ini menjadi berkembang dan beranjak maju seperti sekarang ini….
    dulu disaat engkau memimpin negeri tak ada impor beras…
    dulu disaat engkau memimpin negeri ini tak ada ngantri minyak…
    dulu disaat engaku memimpin negeri ini tak ada perang suku, atau agama…
    dulu disaat engkau memimpin negeri ini harga harga terjangkau… biaya sekolahku aja hanya 2500 rupiah/bulan, sekarang 250.000/bulan….????
    dulu dan dulu pemilihan gubernur, presiden gak perlu pakai rusuh…. sekarang pemilihan kepala desa aja harus makan korban… dulu dulu dan dulu tapi itu dulu….. yang ada sekarang engkau pergi meninggalkan aku dan negeri ini…. kami tak mampu lagi berteriak semua pemimpin kami sekarang telah buta dan tuli….

    Selamat Jalan Idolaku…. Semoga engkau bahagia dan tenteram di alam sana…. kesalahanmu pada negeri ini tidaklah sebanding dengan jasa dan pengorbananmu pada negeri ini.. engkau manusia biasa wajar jika bersalah… aku pun tidak memberi dendam melainkan maaf yang tulus dan dalam buatmu… namamu abadi dalam hidupku…
    Batam, 29 Januari 2008


Beri tanggapan

Your response:

Kategori