<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Selamat Jalan Bapak Pembangunan</title>
	<atom:link href="http://d3pe.wordpress.com/2008/01/27/selamat-jalan-bapak-pembangunan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://d3pe.wordpress.com/2008/01/27/selamat-jalan-bapak-pembangunan/</link>
	<description>Cause every journey has different stories .......</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Dec 2009 14:58:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Darmawan</title>
		<link>http://d3pe.wordpress.com/2008/01/27/selamat-jalan-bapak-pembangunan/#comment-68</link>
		<dc:creator>Darmawan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 03:47:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://d3pe.wordpress.com/?p=78#comment-68</guid>
		<description>Inna Lillahi Wa innailaihi Rojiun...
Selamat Jalan Bapak Pembangunanku... 
Selamat Jalan Jenderal Besarku...
Selamat Jalan Pahlawanku ...
jasa pada negeri tak mampu aku ungkapkan disini, engaku membawa negeri ini menjadi berkembang dan beranjak maju seperti sekarang ini....
dulu disaat engkau memimpin negeri tak ada impor beras...
dulu disaat engkau memimpin negeri ini tak ada  ngantri minyak...
dulu disaat engaku memimpin negeri ini tak ada  perang suku, atau agama...
dulu disaat engkau memimpin negeri ini harga harga terjangkau... biaya sekolahku aja hanya 2500 rupiah/bulan, sekarang 250.000/bulan....????
dulu dan dulu pemilihan gubernur, presiden gak perlu pakai rusuh.... sekarang pemilihan kepala desa aja harus makan korban... dulu dulu dan dulu tapi itu dulu..... yang ada sekarang engkau pergi meninggalkan aku dan negeri ini.... kami tak mampu lagi berteriak semua pemimpin kami sekarang telah buta dan tuli....

Selamat Jalan Idolaku.... Semoga engkau bahagia dan tenteram di alam sana.... kesalahanmu pada negeri ini tidaklah sebanding dengan jasa dan pengorbananmu pada negeri ini.. engkau manusia biasa wajar jika bersalah... aku pun tidak memberi dendam melainkan maaf yang tulus dan dalam buatmu... namamu abadi dalam hidupku...
Batam, 29 Januari 2008</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Inna Lillahi Wa innailaihi Rojiun&#8230;<br />
Selamat Jalan Bapak Pembangunanku&#8230;<br />
Selamat Jalan Jenderal Besarku&#8230;<br />
Selamat Jalan Pahlawanku &#8230;<br />
jasa pada negeri tak mampu aku ungkapkan disini, engaku membawa negeri ini menjadi berkembang dan beranjak maju seperti sekarang ini&#8230;.<br />
dulu disaat engkau memimpin negeri tak ada impor beras&#8230;<br />
dulu disaat engkau memimpin negeri ini tak ada  ngantri minyak&#8230;<br />
dulu disaat engaku memimpin negeri ini tak ada  perang suku, atau agama&#8230;<br />
dulu disaat engkau memimpin negeri ini harga harga terjangkau&#8230; biaya sekolahku aja hanya 2500 rupiah/bulan, sekarang 250.000/bulan&#8230;.????<br />
dulu dan dulu pemilihan gubernur, presiden gak perlu pakai rusuh&#8230;. sekarang pemilihan kepala desa aja harus makan korban&#8230; dulu dulu dan dulu tapi itu dulu&#8230;.. yang ada sekarang engkau pergi meninggalkan aku dan negeri ini&#8230;. kami tak mampu lagi berteriak semua pemimpin kami sekarang telah buta dan tuli&#8230;.</p>
<p>Selamat Jalan Idolaku&#8230;. Semoga engkau bahagia dan tenteram di alam sana&#8230;. kesalahanmu pada negeri ini tidaklah sebanding dengan jasa dan pengorbananmu pada negeri ini.. engkau manusia biasa wajar jika bersalah&#8230; aku pun tidak memberi dendam melainkan maaf yang tulus dan dalam buatmu&#8230; namamu abadi dalam hidupku&#8230;<br />
Batam, 29 Januari 2008</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: papuapost</title>
		<link>http://d3pe.wordpress.com/2008/01/27/selamat-jalan-bapak-pembangunan/#comment-65</link>
		<dc:creator>papuapost</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jan 2008 17:27:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://d3pe.wordpress.com/?p=78#comment-65</guid>
		<description>Orang Papua tidak terkejut, sebaiknya orang Indonesia juga, karena soal kondisi kritis mantan penguasa orba ini sudah kita tahu sejak 10 tahun terakhir. Kematian ibu Tien sebenarnya telah membawa pergi nyawanya juga. Itu menurut ilmu orang Papua, termasuk ilmu suku-suku bangsa di Indonesia.

Apalagi, Bengawan Solo yang baru2 ini mengamuk sudah menunjukkan tanda jelas bagi orang Papua bahwa seorang penting, yang berakar dalam hidupnya di sana, yang akan dikuburkan di sana akan meninggal. Itu sudah pasti. Jadi, orang Papua tidak kaget karena kepergiannya, yang membuat kita kaget, malah karena toh ada orang Indonesia yang kaget karena kepergiannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Orang Papua tidak terkejut, sebaiknya orang Indonesia juga, karena soal kondisi kritis mantan penguasa orba ini sudah kita tahu sejak 10 tahun terakhir. Kematian ibu Tien sebenarnya telah membawa pergi nyawanya juga. Itu menurut ilmu orang Papua, termasuk ilmu suku-suku bangsa di Indonesia.</p>
<p>Apalagi, Bengawan Solo yang baru2 ini mengamuk sudah menunjukkan tanda jelas bagi orang Papua bahwa seorang penting, yang berakar dalam hidupnya di sana, yang akan dikuburkan di sana akan meninggal. Itu sudah pasti. Jadi, orang Papua tidak kaget karena kepergiannya, yang membuat kita kaget, malah karena toh ada orang Indonesia yang kaget karena kepergiannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
