Oleh: d3pe | 11 Maret, 2008

Sipenmaru, UMPTN, SPMB, trus ????

Setiap kali ke Bandung, saya pasti menyempatkan diri untuk lewat ke depan kampus ITB. Bukan apa-apa, tapi memang suasana dan viewnya yang memang menarik-selain memang kenyataan bahwa kuliah di ITB adalah cita-cita saya dari dulu yang blom tercapai sampai sekarang.

Tapi ada yang membuat miris hati saya hari ini begitu membaca koran pagi … 41 PTN (atau apapun itu) akan mundur dari SPMB tahun ini. Salah satu universitas yang tidak mundur dari SPMB adalah UI. Dan dari 41 PTN yang mundur dari SPMB itu, semuanya ternyata mengadakan seleksi sendiri … hanya karena 41 PTN tersebut menganggap pengelolaan dana PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang kurang adil dan kurang transparan what a pity …

The Big Question is ….

Trus kalau makin banyak PTN yang mengadakan seleksi sendiri, apakah itu berarti makin banyak juga orang-orang yang bakal sulit kuliah hanya karena mereka kurang mampu untuk bayar uang sumbangan ??? Trus janji pemerintah untuk pemerataan pendidikan demi mencerdaskan bangsa mana ???

Memang sih sejak kira-kira tahun 2003, pemerintah mulai mengurangi subsidi pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Saat itu, penerimaan jalur khusus merupakan win-win solution yang ditawarkan oleh PTN untuk mengakomodasi biaya operasional (baca : subsidi silang ke mahasiswa kurang mampu tapi lolos SPMB, atau diterima lewat jalur PMDK). Tapi, sekarang semuanya seperti berubah 180°. Dengan kondisi 41 PTN yang keluar dari SPMB, berarti mereka ga ada bedanya sama PTS (tolong koreksi saya kalau salah) baca : uang sumbangan yang tidak murah seperti jaman saya dulu, biaya kuliah yang makin mahal, dan hal-hal lainnya yang semakin memberatkan.

Sebenarnya dengan keluar dari SPMB tidak akan menyelesaikan akar permasalahan. kenapa ? karena apabila tujuan akhirnya adalah untuk menjaring anak-anak pintar dengan kondisi ekonomi yang “mampu”, itu tidak benar. Karena menurut saya, orang tua akan lebih memilih untuk menyekolahkan anaknya di luar negeri, atau di PTS dengan spesialisasi tertentu (misal : binus dengan IT-nya, SGU dengan mekatronika-nya, dan Usakti dengan FK-nya). Belum lagi dengan *maaf* gaya hidup beberapa mahasiswa yang cenderung berlebihan-kalo nggak mau dibilang hedon. FYI pada tahun 2002 ketika saya berkunjung ke kampus ITB, di sepanjang jalan di seputaran ITB, jumlah mobil yang diparkir tidak sebanyak sekarang. Padahal kalau dipikir, paling jauh mereka kost di daerah dago atas, trus buat apa pake mobil kalo bukan buat gaya ??? alasan kemudahan transportasi ??? di bandung banyak angkot koq ….

Selanjutnya, saya sebetulnya mulai kuatir dengan riset-riset kampus, karena seperti kita ketahui bahwa PTN terkenal dengan riset-risetnya, yang tidak jarang dipublikasikan dalam lomba penelitian di dunia. Semoga kegiatan-kegiatan riset tersebut tidak berkurang frekuensinya dengan alasan dana atau tidak ada mahasiswa lagi yang tertarik … Dan semoga saja kualitas lulusan dari PTN-PTN tersebut masih bisa dipertanggungjawabkan seperti jaman ayah saya dulu ….

Seharusnya pemerintah tetap mengalokasikan dana untuk mensubsidi PTN, bukan dihamburkan untuk membiayai keperluan anggota dewan, biaya pemilu, apalagi membayar ganti rugi Lapindo yang makin hari makin tidak jelas juntrungannya …. Rasanya negara ini terlalu sibuk mengurusi politik, dan itu sudah tidak masuk akal lagi Karena bagaimanapun juga pendidikan adalah hal utama yang menjadi modal bagi generasi penerus untuk membangun negaranya…

Oh ya, ini tambahan info PTN yang keluar dari SPMB ….

01. Universitas Airlangga Surabaya
02. Instititut Teknologi Sepuluh Naopember Surabaya
03. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
04. Universitas Negeri Yogyakarta
05. Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta
06. Institut Pertanian Bogor
07. Universitas Negeri Surabata
08. Universitas Brawijaya
09. Universitas Malang
10. Universitas Negeri Jember
11. Universitas Trunojoyo
12. Universitas Islam Negeri Malang
13. Universitas Diponegoro
14. Universitas Mulawarman Samarinda (Kaltim)
15. Universitas Riau
16. Universitas Udayana
17. Universitas Khairun Ternate (Maluku Utara)
18. Universitas Mataram (NTB)
19. Universitas Hasanuddin Makassar (Sulsel)
20. Universitas Sam Ratulangi Manado (Sulut)
21. Universitas Haluolelo Kendari (Sultra)
22. Universitas Sriwijaya Palembang (Sumsel)
23. Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto (Jateng)
24. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin (Kalsel)
25 Universitas Negeri Malang
26. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati
27. Universitas Bengkulu
28. Universitas Padjadjaran Bandung
29. Universitas Negeri Semarang
30. Universitas Maliku Saleh (NAD)
31. Universitas Nusa Cendana Kupang (NTT)

32. Universitas Andalas Padang
33. Institut Teknologi Bandung (ITB )
34. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
35. Universitas Tadulako Palu (Sulteng)
36. Universitas Pattimura Ambon (Maluku)
37. Universitas Palangkaraya (Kalteng)
38. Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja (Bali)
39. Universitas Cendrawasih Jayapura (Papua)
40. Universitas Negeri Gorontalo
41. IAIN Sunan Ampel Surabaya


Tanggapan

  1. Lha, di tempat gw parkir susah. :P

  2. pemerintah disuruh konsen ma pendidikan???ya susah don…
    lah wong yg ada di pikirannya cuma…
    D-U-I-T!!!
    hihihihihi :mrgreen:

  3. apapun ujian nya yang penting kita harus siap!!!

  4. @nenda : nah itu adalah bukti kalo PTN udah ga se-favorit dulu lagi … tul gak ???
    @the loebizz : pendidikan itu tidak mengenal status sosial bu … gue mendukung pendidikan untuk semua …
    @ hanifah : setuju banget tuh …. CIAYO !!!

  5. ITB agak2 aneh don, masa angkatan 2008 Garuda Indonesia ngga ada anak ITB-nya hehehe. Harusnya ada tuh engineer dari ITB, eh anak Usakti , gundar, sama binus yang di accepted sama GA.

  6. + anak UI , brawijaya, UGM, tanpa ITB.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori