Oleh: d3pe | 1 April, 2008

Lift : Karma atau kutukan

Di kantor gue di Menara BDN, satu-satunya alat transportasi yang membantu untuk mobilitas para pekerjanya adalah Lift atau elevator. Sejak lebih dari 150 tahun lalu, alat yang diciptakan sama Elisha Otis ini udah berperan besar buat dunia perkantoran di seluruh dunia.

elevator atau lift sama saja

The story behind BDN elevator
Ceritanya berawal dari sekitar 7 hari yang lalu … tepatnya di hari senin pagi (24032008), saat semua orang baru dalam keadaan fresh setelah long weekend. Begitu mau naik ke tempat kerja gue di lt. 20, bareng sama Oom Den dan beberapa orang lainnya, kita langsung naik lift nomor 7. Awalnya semua berjalan normal, ada beberapa orang yang naik lift yang sama dan berhenti di lt. 14 dan lt. 16. Sampai akhirnya, ketika display lift udah menunjukkan lt. 20, pintu lift tak kunjung membuka *hening* ….

Satu menit berlalu …. lift display lift menunjukkan lt. 21, pintu lift masih belum membuka juga *hening*

Satu menit lainnya berlalu ….

Akhirnya gue memutuskan untuk memencet tombol “emergency”. Pintunya kebuka : AJAIB !!! *takjub*, sampe akhirnya semua orang langsung turun dari lift dan memilih buat pake tangga aja … :P

Ternyata kejadian lift macet ini bukan yang pertama kalinya terjadi di gedung tempat gue kerja. Kira-kira 2 minggu sebelumnya, temen satu kantor gue terjebak di lift nomor 4. Kisah mereka lebih tragis lagi, karena lift yang mereka pake buat turun dari lantai 20 ke lantai 1 pas jam makan siang, ketika sampai lantai 1 tiba-tiba liftnya naik lagi sampe lantai 10 trus pintunya gak bisa kebuka sama sekali *glek*. Toh akhirnya mereka selamat karena sukses manggil petugas maintenance lift.

FYI, beberapa minggu sebelumnya seorang temen gue kejebak di lift ekonomi *sebutan buat lift barang yg selalu berhenti di setiap lantai yang baru aja diganti karpetnya*… hehehe …

Karma Lift FTI ???

Ok, setelah ngebongkar-bongkar postingan di blog gue terdahulu yang bisa ditengok disini, bikin gue untuk flashback ke sekitar 3 – 4 tahun yang lalu waktu gue masih kuliah di kampus tercinta. Ternyata gue pernah melakukan kejahatan asusila sama yang namanya Lift. Berikut ini merupakan kutipannya …

FYI : Fakta tentang lift di Lobby gedung F-G (HERY HARTANTO)

  1. Pernah dicabutin lampunya sampe bener2 gelap sama anak2 E’02
  2. Pernah dibongkar panelnya, trus fan, lampu dan liftnya sendiri dimatiin secara paksa (biasanya buat bikin panik cewe2 elektro yg suka bareng ma cowo2 elektro kalo naik lift) sama anak2 E’02
  3. Pernah diloncat-loncatin kayak hooligans sama 10 orang sama anak E’02
  4. Biasa dicorat-coret ma anak2 TI & mesin buat nyela orang, nulis yg jorok-jorok, gambar yg aneh-aneh
  5. Panel interiornya suka dikeletin sama anak2
  6. Namanya wadek 1 sekarang yang dulu (Mr. DJ-asli) pernah ditulis di lift ini, isinya celaan semua

Jadi, apakah anda percaya kalo lift juga punya karma chameleon ???? Itu terserah … Tapi ada beberapa tips yang bisa dipraktekkan apabila lift yang anda tumpangi naiki macet :

  • Jangan Panik *bersikaplah seolah-olah tidak terjadi apa-apa*
  • Perhatikan display lift. Apakah bergerak naik atau turun. Apabila bergerak turun, sedangkan lift anda menuju ke lantai yang lebih tinggi, langsung tekan tombol Emergency Stop.
  • Segera hubungi teknisi lift melalui interkom [yang biasanya merangkap bel darurat]. Lalu sebutkan nomor lift anda, dan di lantai berapa anda terjebak (lihat di display lift)
  • Tunggu bantuan datang : disini anda bisa berkenalan dengan orang lain yang terjebak di lift bersama anda, kalau perlu tukeran nomor telpon … siapa tahu kejadian seperti di filem-filem, atau anda bisa membuat filem pendek tentang terjebaknya anda di lift seperti teman saya… :P
  • Jangan pernah berpikir untuk melakukan adegan seperti di film hollywood dengan keluar melalui bagian atap lift, karena menurut pengalaman saya hal tersebut sulit dilakukan ;)
  • Bila sudah keluar dari lift yang macet, ucapkan terima kasih pada teknisi lift :)

picture taken from here


Tanggapan

  1. hiii serem, kantor gw cuma 3 lantai don heheheh. karena disini ngga boleh ada bangunan tinggi, restricted area. :D

  2. huuuu…..untunglah di tempat gw skrg bebas lift..yaiyalaaaah wong cuma 1 lantai…hihihih :mrgreen:


Beri tanggapan

Your response:

Kategori