Oleh: d3pe | 29 April, 2008

Bebek Ginyo

Setelah tertunda sekian lama, kira-kira tiga minggu yang lalu, tepatnya hari sabtu (12042008) saya bersama sahabat saya Alma, akhirnya bisa mampir ke Bebek Ginyo yang ada di Jl. Tebet Utara Raya. Gak sekedar makan, kita kesana juga untuk ngelepas kangen bareng temen-temen kuliah…

Sebelum berlanjut ke menu spesial bebeknya, ada sedikit tips untuk nyari parkir :

Nah buat yang bawa kendaraan ber-roda 4 *baca : mobil, dan bukan trolly* :) , saya sarankan untuk parkir TIDAK di sepanjang jalan tebet utara dalam, karena macet dan susah untuk mendapat parkir. Jujur saja, saya sangat menyarankan untuk parkir di Snappy Tebet atau di depan SMU 115 Tebet. Saya sendiri waktu itu bisa parkir di dalam kompleks perumahannya, karena memang Alma punya rumah di sekitaran tebet Jl. Tebet Utara Raya.

Begitu masuk ke resto-nya Bebek Ginyo yang terkesan modern tapi dipadu dengan interior semi-etniknya, saya rupanya sudah ditunggu oleh teman-teman *maklumlah, ngaret 2 jam karena terjebak macet di lebak bulus :p *, dan langsung disuruh pesan makan. Suasana resto waktu itu, tergolong sepi …. mungkin karena waktu itu kita rame-rame bikin acara bukan saat lunch time atau dinner time, jadi tidak banyak orang yang datang…. :)

Di Ginyo, cara mesen makanannya adalah self-service *baca:prasmanan*, artinya restoran bakal rugi kalo memang anda adalah tipikal orang yang ngambil nasi, sambel, dan lalapan dengan porsi yang nggak kira-kira, tapi sebaliknya : restoran bakal untung besar kalo anda ngambil nasi, sambel, dan lalapan-nya dalam porsi sedikit.

Ada beberapa menu andalannya Ginyo : Bebek goreng, Bebek Bakar, Bebek bumbu sambal hijau, dan bebek-bebek lainnya *enggak termasuk donal bebek, apalagi bebek-bebekan dari Bali …. :) ) *. Gak ketinggalan “bumbu bebek andalan” yang bentuknya mirip tok*i bebek juga ada, tidak ketinggalan tahu goreng dan tempe gorengnya. Selain itu, kita juga disediakan pilihan nasi putih biasa atau nasi uduk. Sedangkan untuk lalapannya boleh dibilang komplit : mulai dari ketimun, kemangi, selada, sampai terong . Begitu juga sambalnya : mulai dari sambal tomat, sambal cabe, sampai sambal mangga.

Overall sih rasanya enak, daging bebeknya terasa empuk … cuma entah kenapa, waktu itu bebek yang saya makan terasa oily, plus kulit bebeknya juga masih keras. Mungkin metode pengempukannya *halah* *baca : perebusannya* masih kurang lama, jadi lemak-lemak khas bebek masih nempel plus ga semua bagiannya empuk. Oh ya, menurut saya rasa bebeknya jug enggak gurih-gurih amat, masih kalah dengan resto bebek pada postingan saya sebelumnya.

Oh ya, talking about sambalnya …. entah kenapa sambal mangga-nya terasa sedikit asam dan kurang pedes, begitu juga sambal cabenya : cenderung kurang pedas hot …. [mungkin memang karakter masakannya seperti itu :) ]

Oh ya, ini ada beberapa oleh-oleh dokumentasi dari acara di Bebek Ginyo …..

raja minyak

Prens, you may download those …

Nggak ketinggalan, ternyata diantara temen-temen yang diundang … konon diantara mereka ada yang merupakan temen lama : Alma & Anin. Actually mereka sadar kalo saling kenal, cuma sayangnya lupa dimana kenalnya ….. *loh koq bisa ???*

Hmm, intinya senang rasanya bisa bertemu dengan teman lama dan mempertemukan kembali teman lama … :) :) :)


Tanggapan

  1. sayah paling sebal postingan ky gini klo ga dikasih sampel makananyah.. :evil:


Beri tanggapan

Your response:

Kategori