Oleh: d3pe | 29 April, 2008

My First Analog Camera :)

Konon, barang-barang berbau analog saat ini udah enggak jamannya lagi… Karena selain biaya perawatan yang mahal, memakai barang analog juga identik dengan yang namanya teknik *baca : susah dioperasikan*. Salah satu gadget yang lagi trend saat ini adalah kamera …. yup, kamera photo … Dengan harga yang sudah “lumayan” untuk kantong orang indonesia saat ini, sebuah Kamera SLR bisa dibawa pulang dengan uang 5 jt-an lengkap dengan lensanya …. so, ga heran kalo sekarang makin banyak photographer amatir yang sering kita temui *salah satunya adalah saya* :D

Miracle ….

Ok, jadi ceritanya berawal dari kejadian ngumpul-ngumpul sabtu 2 minggu yang lalu (20042008) di rumahnya Oom Frans. Waktu itu saya sedang asyik membuat dokumentasi kumpul2 dengan kamera SLR saya. Ternyata Pakdhe Har [yang waktu itu melihat saya sedang jeprat-jepret pake jepretan tikus *becanda*] langsung menawarkan untuk menghibahkan kamera SLR oldskul-nya ke saya :) yippieeee ….

Jujur saja, saya terlalu over eksposure *gaya Timbul Srimulat sengaja menyalah-nyalahkan ejaan* ekspektasi dengan kamera yang akan dihibahkan, terutama terkait dengan otomatisasi :D . Karena saya pernah punya pengalaman waktu SMU menggunakan kamera SLR semi-analog Nikon F100 [yang secara body dan fitur boleh dibilang macho banget dan canggih], dan fakta bahwa menggunakan SLR Nikon F100 ternyata tidak sesulit yang dibayangkan.

Nikon F100

Akhirnya, hari sabtu kemaren saya menyempatkan diri untuk ngambil SLR analog nan mantap itu [karena tercatat sebagai kamera analog pertama di dunia yang pake microchip untuk setting auto exposure, dan sudah bisa ditambahkan Battery Grip] di rumah Pakdhe. Ternyata surprise banget *speechless* karena saya dikasih :

kamera Canon A1(1978-1985) plus :

  • Lensa Canon FD lens 50mm f/1.8
  • Lensa Canon FD lens 35mm-70mm f/2.8
  • Lensa Canon FD lens 100mm-300mm f/5.6 Push-Pull (my first push-pull lense)
  • dan Flash Canon Speedlite 199A

dan komplit dengan filternya :

  • Hoya UV 58mm
  • Hoya Soft 58mm
  • Lumix Skylight 58mm
  • Sicor UV 52mm

Ok, pada saat sesi perkenalan, saya bener-bener membayangkan neraka dunia *hiperbola mode = ON*. karena selain memang kameranya enggak bisa hidup karena ga ada batere LR4 *which is susah banget nyarinya*, trus masih nemu satu roll film ASA 200 di dalem kameranya *which is mulai jadi barang langka*, juga lensanya yang udah pada foggy *which is harus di service*. Dan pengoperasiannya yang full analog …. :D . Kalau anda pikir kesulitan saya sudah berakhir sampe disitu, anda salah …. karena saya dihadapkan dengan masalah yang lebih kompleks lagi :

  1. Untuk mendapatkan hasil yang bagus, setting Aperture, Exposure, Shutter speed, dan Fokus harus di-set secara manual dan benar.
  2. Anda hanya punya kesempatan satu kali jepret untuk satu kali momen, oleh karena itu dibutuhkan teknik, dan komposisi yang tepat *seperti salah satu kutipan dari si pakdhe* ditambah lagi hasilnya baru bisa dilihat setelah film dicuci-cetak.
  3. Konon film-film dengan saturasi tinggi dan ISO rendah e.g. Fuji Velvia 100 *baca : film-film profesional*mulai susah untuk didapat, dan harganya juga selangit. Belum dihitung juga untuk ongkos prosesnya….

Tapi mari kita lihat dari sisi positifnya : saya bisa punya kamera SLR analog gratisan plus gear high-performancenya *dijamannya*, ditambah lagi kesempatan buat mendalami fotografi secara profesional *maunya*…. siapa tahu bisa bikin karya yang enggak kalah sama Oom Arbain Rambey … hehehe …

FYI. Akhirnya kamera tersebut sudah bisa dihidupkan, dengan baterai sisa dan setelah menemukan buku manualnya disini. Dan sebagai tambahan, saya membutuhkan waktu ½ jam untuk memasang film saja. phiuhhhh. Dan semua fungsi dasar pun sudah dipelajari, juga proses pembersihan perangkatnya juga sudah dilakukan. Ok, selanjutnya tinggal mengganti baterai dengan yang fresh, dan men-service lensanya supaya kembali kinclong. yeeeeha …… :) :) :)


Tanggapan

  1. berarti uda bisa dipake buat moto gw kan don??? *narsis* :mrgreen:

  2. hehehe ….
    bisa fin ….

    jadi kapan nih acara photosessionnya ???? :P

  3. lah ini beli kameranya make d3pe dulu apa langsung tunai??? kekekekeke………
    *kaburrrrr…….*

  4. Uhhhh garingkz banget …. :p

    karena gratisan jadi ga perlu bayar segala….
    hehehehe …..

  5. hmmm…. foto kamera analognya itu yang diceritakan itu yah kok masih bagus banget hehehe….

    tapi kamera analog diciptakan bukan untuk ditinggalkan hehehe…. punya saya analognya masih saya simpan. sapa tau suatu saat nanti ada klien yang minta pakek film yielehhhh…. gaya sekali saya hehehe….

    salam kenal om….

  6. lensa canon FDnya dijual gak :)

  7. @ angkasa : iya mas … kebetulan saya dapetnya masih mulus banget … masih kinyis-kinyis

    @ hasan : wah maaf banget mas hasan, lensanya ndak dijual … maklum warisan pakdhe …

  8. mas,A1 canon jenis kamera legendaris ,gampang nyetingnya,bandel lagi,aku juga pakai AE1 tapi baru poenya 1 lensa fixed 135mm,belinya juga murah coma 300K,rawat baik2,jangan lupa taruh silica gel deket lensa waktu nyimpen,coba dulu pakai lensa yang 50mm,beruntunglah anda !

  9. aku baru punya kamera canon A1,kalau mau make flash yang cocok apa ya?
    terima kasih
    salam kenal


Beri tanggapan

Your response:

Kategori