Oleh: d3pe | 18 November, 2008

Back to school

Oke, sepertinya sudah terlalu lama saya tidak menulis blog …. lebih tepatnya 78 hari sejak postingan saya yang terakhir : Lisa Loeb – Stay (Remembering the time Pt. 2) *hmm, lama juga yah* . Sebenarnya bukan pekerjaan kantor yang sedang memberatkan saya, bukan juga karena saya yang terlalu banyak menghabiskan waktu untuk hunting photo … Terus ada apa ya ???

books

Back to school …

Ya, akhirnya saya kembali ke sekolah …. Bukan untuk bernostalgia, reunian, apalagi cuma jajan di kantin … tapi untuk melanjutkan kuliah lagi. Setelah mempertimbangkan berbagai hal : waktu, load kerjaan, biaya, dan kemampuan fisik, akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah lagi di kampus lama saya, sebuah kampus kondang di Jakarta Barat.

Jujur saja, melanjutkan kuliah benar-benar membuat saya senang karena bisa membuat otak saya kembali bekerja.🙂 Otak saya dipaksa berpikir untuk menulis paper, membuat presentasi, melakukan perhitungan, menghapal, dll.

Thanks to Laskar Pelangi : The Movie

Melanjutkan kuliah, sebenarnya cuma urusan waktu … kalau bukan tahun ini, ya tahun depan, tahun depannya lagi, lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi …. Intinya : cepat atau lambat kita tetap harus melanjutkan kuliah lagi…. cuma, bedanya kalau kita melanjutkan kuliah saat sudah berkeluarga, berarti kita memiliki prioritas yang lebih utama lagi, yaitu keluarga dan pekerjaan …

Tapi entah kenapa, setelah menonton film laskar pelangi saya jadi merasa lebih menghargai pendidikan. Ternyata di daerah nan jauh disana masih ada lintang dkk. yang harus tetap sekolah walaupun dengan segala keterbatasannya. Dan film ini betul-betul mengispirasikan saya yang *alhamdulillah* berkecukupan, dan memiliki kemampuan untuk sekolah lagi lebih serius lagi dalam melanjutkan kuliah ….🙂🙂🙂

Semoga update tulisan ini bisa menjawab pertanyaan teman-teman seperti  “kemana aja selama ini …”,   “kenapa blog-nya jarang diupdate…” , “koq ga ada yang baru sih …”, bla-bla-bla

Oleh: d3pe | 2 September, 2008

Lisa Loeb – Stay (Remembering the time Pt. 2)

Hai guys & gals, back in post hari ini gue mau flsahback ke jaman-jaman waktu gue masih SD kelas 6. Tiba-tiba aja teringat sama salah satu lagu yang masuk nominasi grammy award 1996. Lagunya classic, dan tetep asik didengerin sampe sekarang : Lisa Loeb – Stay. Kenangan ini timbul lagi tahun 2005 waktu nonton VH1 di JakTV, dan terus teringat sampai sekarang ….

Penasaran sama video klipnya ….monggo ditonton …

Lisa Loeb – Stay

you say i only hear what i want to.
you say i talk so all the time so.

and i thought what i felt was simple,
and i thought that i don’t belong,
and now that i am leaving,
now i know that i did something wrong ’cause i missed you.
yeah, i missed you.

and you say i only hear what i want to:
i don’t listen hard,
i don’t pay attention to the distance that you’re running
or to anyone, anywhere,
i don’t understand if you really care,
i’m only hearing negative: no, no, no.

so i turned the radio on, i turned the radio up,
and this woman was singing my song:
the lover’s in love, and the other’s run away,
the lover is crying ’cause the other won’t stay.

some of us hover when we weep for the other who was
dying since the day they were born.
well, this is not that:
i think that i’m throwing, but i’m thrown.

and i thought I’d live forever, but now i’m not so sure.

you try to tell me that i’m clever,
but that won’t take me anyhow, or anywhere with you.

you said that i was naive,
and i thought that i was strong.
i thought, “hey, i can leave, i can leave.”
but now i know that i was wrong, ’cause i missed you.

you said, “i caught you ’cause i want you and one day i’ll let you go.”
“you try to give away a keeper, or keep me ’cause you know you’re just scared to lose.
and you say, “stay.”

Oleh: d3pe | 30 Agustus, 2008

Nostalgia

Minggu ini, gue dapet dua kesempatan untuk flashback sejenak ke masa menyenangkan selama kuliah dan masa indah selama di SMU. Itung-itung nostalgia ke kampus dan sekolah tercinta

Kira-kira ngapain ya gue dateng ke dua institusi pendidikan itu ….

(a) Iseng-iseng ramah-tamah sama guru-guru dan dosen di sekolah😀

(b) Kebetulan lewat dan mampir buat sekedar nyobain jajanan disitu🙂

(c) Kangen sama sekolah, dan pengen tau ada perubahan apa di sekolah sekarang😉

(d) Lagi pengen ajah😛

(e) Alasan lain (isi sendiri)

Ayo readers, ikutan ngejawab ya …. (langsung diisi via comment aja)

Jawabannya ditunggu sampai tanggal 6 September 2008 ya….. Selanjutnya akan ada cerita terkait tebak-tebakan ini ….

Oleh: d3pe | 20 Agustus, 2008

Five Fathoms

Kira-kira sembilan tahun yang lalu, tepatnya di liburan mau masuk sekolah di awal Agustus 1999 gue untuk pertama kalinya denger lagu ini di Prambors Rasisonia 102.3 FM, tepatnya di siaran Paginya Irfan-Vena. Dari pertama kali denger intro-nya gue udah tau ….

Pasti Everything But The Girl !!!

Ternyata malam ini(20082008 @ 19.53), gue lagi pengen denger lagu yang tetep gue suka sampe sekarang …. Five Fathoms *gak cuma lagu ini doang sih, tapi juga semua lagu-lagunya EBTG, mulai dari waktu mereka masih mainin Pop Jazz di tahun 1984 sampai mereka mainin Dance Music di tahun 2008 ini*

Oh ya, biar pada tahu lagunya seperti apa, silahkan dinikmati video klip dibawah ini …

Five Fathoms

by : Everything But The Girl

I walk the city late at night.
Does everyone here do the same?
I want to be the things I see,
Give every face and place my name.
I cross the street, take a right,
Pick up the pace, pass a fight.
Did I grow up just to stay home?
I’m not immune – I love this tune.

I wanna love more.
I just wanna love more.

I drag the city late at night.
It’s in my mouth, it’s in my hair.
The people fill the city because
The city fills the people, oh yeah.
I cross the street, avoid the freeze –
A city’s warmer by a couple degrees.
The smell of food. The smell of rain.
I’m not immune – I love this tune.

I wanna love more.
There’s a river in my head.
I just wanna love more.
There’s a river in my head.

The only way out is down.
The only way up is down.

The days roll by like thunder
Like a storm that’s never breaking,
All my time and space compressed
In the low pressure of the proceedings,
And they beat against the sides of my life,
Like fists against the sides of my life,
And the roads all lead behind me,
So I wrap the wheel around me
and I go out.

There’s a river in my head.
I’ll take you home and make it easy.
Love more.

Gimanapun juga, Ben Watts & Tracey Thorne merupakan salah satu maestro-nya Dance music, karena sampai sekarang lagu-lagu mereka masih suka dimainin di klub, dan udah di-remix berkali-kali sama DJ macam Todd Terry. Belum lagi aransemen lagunya Each and Everyone yang dinyanyiin ulang sama Laura Fygi (dan dibikin versi bossa-nya)… Ngomongin tentang lagu orang yang dibawain sama mereka, Time After Time-nya Cindy Lauper dan I Don’t Wanna To Talk About It-nya Rod Stewart juga nggak kalah enaknya dibanding versi aslinya …

Trivia :

  • Potongan lagu ini juga ada di salah satu scene film-nya Hitch
  • Video Games yang dimainin sama Thorne & Watts di Video klip ini, Bernani merupakan salah satu keluarannya Konami. Lokasi syutingnya sendiri berada di London Trocadero.
Oleh: d3pe | 20 Agustus, 2008

Hanging Out Around BSD City (Part 3)

Postingan gue hari ini gue dedikasikan khusus buat komentator setia blog ini : Fini. Karena sepertinya do’i udah kangen sama postingan gue yang isinya seputar jalan-jalan dan makan-makan … :))

Hari Jum’at sore (15082008) , sekitar jam 18.10 tiba-tiba ponsel gue bunyi. Begitu gue lihat di screennya  : Arina Luthfini Lubis Calling … Wah ada apa nih, koq tiba-tiba pengantin baru nelpon gue, nyari anturium kah, adenium kah, atau nyari aquarium ???😀

Ternyata Fini & Bang Munir nanyain pisang goreng yang enak di BSD, sekalian mereka mau numpang sholat di rumah gue. Awalnya sih gue sedikit keberatan mereka mau mampir ke rumah *dan dengan baik hati gue arahkan mereka ke masjid terdekat*, tapi Allah memang baik … tiba-tiba gue merasa bersalah karena 2 hari itu gue udah nolak ajakan makan malem sama keluarganya icchan plus nolak ajakan pergi ke Bandung sama keluarganya icchan… *masak gue nolak permintaan semua orang sih, padahal gue juga enggak ada kegiatan* So akhirnya gue mempersilahkan mereka untuk mampir ke rumah.

Sesampainya di rumah gue, kita ngobrol-ngobrol dikit tentang gimana serunya nikahan mereka kemarin. Gimana capeknya mereka pas akad nikah karena ada beberapa prosesi yang harus dilalui, dan gimana serunya mereka yang menari Tor-Tor seusai acara resepsi. Selesai sholat, sekitar jam 18.40, kita bertiga langsung meluncur ke Pasar Modern BSD City untuk nyari Pisang Goreng Pontianak.

Pisang Goreng Pontianak

Sekitar 10 menit kemudian, kita udah sampe di Pasar Modern BSD City. Ternyata kita datang di hari dan waktu yang tepat, karena saat itu gampang banget untuk nyari parkir, dan situasinya gak begitu rame. Kita langsung parkir di deket Pintu Timur (Pintu depan yang lokasinya pas menghadap jalan raya). Dari situ kita hanya perlu jalan 10 meteran untuk sampai ke kios yang jual pisang goreng pontianak. Di kios itu enggak hanya dijual Pisang Goreng Pontianak aja, tapi juga ada Pisang Goreng Pontianak yang diisi sama srikaya, dan satu lagi yang berbentuk bola *gak tau namanya*

Kalau dari rasa, menurut gue sih enggak ada bedanya sama Pisang Goreng Pontianak yang lain, kecuali memang ukuran pisangnya yang guedhe banget, dan lapisan tepungnya yang tidak terlalu tebal, plus rasa lapisan tepungnya yang manis. Oh ya, satu lagi yang unik, jadi Pisangnya baru digoreng waktu kita pesan (sebelumnya, pisangnya udah digoreng setengah matang), jadi kalau dibungkus, dan dibawa pulang kita bisa menikmati pisang goreng yang masih  hangat.

Gudeg

Oh ya, malam itu juga gue ditraktir sama Bang Munir buat makan Gudeng & Nasi Liwet yang lokasinya ada di Parkiran Timur Pasar Modern BSD City (lapak kedua setelah Pos Parkir Masuk). Menu yang disajikan disana adalah Nasi Gudeg Komplit, Nasi Langgi, Nasi Liwet, Nasi Pecel Madiun. Dan kalo ngomongin soal rasa, sepertinya sampai saat ini di BSD belom ada yang bisa menyaingi.

Malam itu, Gue dan Fini pesen makanan favorit gue, Nasi Langgi. Perpaduan antara Nasi Liwetnya yang sedikit gurih dan harum, sambal goreng ati yang empuk dan sedikit pedas, daging ayam suwir yang empuk banget dan ditambahkan saos mirip mayyonaise, Telur pindang dan kuah santennya yang gurih, kering tempe yang gurih plus kering kentang manis, ditambah lagi abon sapi manis dan sambal yang pedesnya pas. Slurrp …. Pokoknya Yo’i Do’i To’i banget deh …

Bang Munir sendiri pesan Gudeg Komplit. Isinya ada Nasi Liwet, Gudeg, Sambel Goreng Krecek, dan beberapa makanan lainnya yang enggak begitu gue perhatiin.

Teh Point is : satu porsi itu bener-bener pas untuk makan malam satu orang, dan semua makanannya rasanya bener-bener mild, jadi pas untuk lidah semua orang. Dijamin puas deh, terutama untuk makanan dengan harga dibawah Rp. 15.000. Oh ya, kalau makan disana jangan lupa ditemani sama minuman macam Jeruk hangat atau Teh Manis hangatnya.

Note :

Untuk pagi sampai siang hari, pemiliknya juga buka kios di Pasar Modern, tepatnya di Kios No. K33A di sebelah barat pasar modern. Cara paling mudah menuju kesana : masuk dari pintu barat Pasar Modern, terus di perempatan pertama ke kiri. Lurus sampai ketemu perempatan lagi, dan restorannya ada pas di sebelah kiri perempatan itu.

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.